Selasa, 22 Agustus 2017

ENTITY chapter 5 : THE LIGHT KEEPER



ENTITY : THE LIGHT KEEPER

     Zelfreays Berada dalam kehancuran, tanah, udara, hingga lautan, saat ini mengalami kekalahan dari pasukan kegelapan. Pertempuran sangat dahsyat masih terjadi, para pejuang cahaya tanpa takut terus melakukan gempuran kepada pasukan kegelapan, walaupun nyawa menjadi taruhannya.
      Sisi lautan Zelfreays pertempuran dilakukan oleh para pejuang cahaya melawan Kraken yang merupakan monster laut raksasa dengan kaki-kaki gurita dan bagian tubuhnya seperti kadal besar dengan kedua tangan yang kokoh memegang senjata berbentuk seperti jangkar, serta para monster kegelapan. Awal pertempuran para pejuang Zelfreays sebenarnya mampu mengalahkan Kraken dan para pasukan kegelapan, berkat kekuatan memanipulasi air milik Atland dan tombak trisula Gregori yang mampu melukai tubuh Kraken yang sangat keras bagaikan karang, Tetapi awan kegelapan membantu Kraken untuk membangkitkan kekuatannya, amukan dari monster ini bagaikan membelah lautan, sebagain besar pejuang cahaya tewas oleh Kraken.
Sesaat Atland tersadar dari serangan dan amukan Kraken, ia melihat para pejuang yang berada disekitarnya, dan bagaikan lautan merah karena darah para pejuang sepanjang Atland memandang lautan Zelfreays saat ini. Rasa sedih, kekhawatiran dan kemarahan mulai tampak di wajah Atland, Gregori yang juga selamat dari serangan Kraken seketika muncul dan berkata "Atland tahan rasa sedih dan marahmu, kita harus tenang dalam pertempuran dengan Kraken ini", Atland mengatakan pada Greg "Baiklah Greg, tapi apa kondisimu baik-baik saja?", Gregori sambil memegang bagian dadanya yang terlihat masih mengeluarkan darah "tidak apa-apa aku masih sanggup bertarung dan mengalahkan Kraken walaupun nyawaku taruhannya". Atland meminta Greg mendekat dan memngobati luka yang ia dapatkan.
      Sebelum pengobatan Atland selesai kepada Gregori tiba-tiba datanglah serangan dari Kraken mengarah kepada mereka. Dengan cepat Gregori langsung menyelamatkan tubuh Atland dan meloncat untuk menghindari serangan Kraken. Merekapun selamat dari serangan yang hampir merenggut nyawa tersebut.
Gregori yang masih terluka mengatakan "Atland sudah cukup luka ini tidak akan menghalangi kita untuk mengalahkan Kraken, simpanlah kekuatanmu untuk menghajar monster itu, aku memiliki ide untuk mengalahkannya", Atland menjawab " baiklah aku akan mengikuti perintahmu, ide seperti apa itu Greg?", Greg mengemukakan ide serangannya kepada Atland "serangan Kraken yang kuat berasal dari lengannya, kau hentikan lengan Kraken dan aku akan memotong satu persatu tentakel di kakinya sehingga ia akan menjadi tidak simbang, saat itulah kita akan menghabisinya dengan kekuatan penuh yang kita miliki", Atland menjawab "baiklah aku mengerti, Gregori kau harus berhati-hati, jangan lengah", Gregori sambil tertawa mengatakan " Ha.. Ha.. Ha.. Jangan khawatir Atland aku ini ketua pasukan disini, akupun sangat kuat, namun jika memang hal buruk terjadi kepadaku, setidaknya aku telah melakukan hal yg terbaik untuk Zelfreays, nyawaku tidak lebih berharga dari kebahagiaan semua orang yang ada di dalam kedamaian Zelfreays ", mendengar perkataan Gregori semangat Atland memuncak, merekapun memulai serangan kepada Kraken.
Gregori mengarahkan Tombak trisula kepada Kraken dan mengatakan dan memerintahkan kepada seluruh pejuang yang tersisa "kami para pejuang cahaya tidak ada mundur hanya karena monster sepertimu, seluruh pejuang majuu!!!!", sebelum Greg pergi akupun mengatakan kepada para pejuang "serahkan Kraken pada kami berdua, kalian terus hajar dan kalahkan pasukan kegelapan, percayalah kita pasti akan meraih kemenangan! ".
      Atland dan Gregori terus melaju bagaikan anak panah melesat, memecah setiap ombak untuk dapat menyerang Kraken. Atland mulai mengangkat air laut dan menjadikannya ombak besar, kemudian ia arahkan ke tubu Kraken. Dengan serangannya itu Altand dapat mengalihkan perhatian Kraken, sehingga Gregori dengan kecepatannya dapat menghilang dari perhatian Kraken. Kini semua berada Atland, sukses tidaknya serangan ini semua berada di pundak Atland. Semangat yang menggebu dan keinginan untuk melindungi Zelfreays membuat Atland menjadi lebih kuat dan hebat, dengan seluruh kemampuannya ia mampu mengikat kedua tangan Kraken dengan air laut yang ia angkat dan ia ubah menjadi es yang sangat kuat untuk menghentikan gerakan dari tangan Kraken. Atland berteriak dengan suara lantang "Aku Atland seoranf pejuang cahaya Zelfreays tidak akan kalah oleh monster kegelapan sepetimu!" cahaya biru memancar keluar dari tubuh Atland seluruh air di lautan seakan tertarik dan mengitari tubuh Atland hingga dapat mengangkat tinggi tubuh Atland untuk melawan dan menghentikan serangan Kraken. Disaat bersamaan Gregori dengan tombak trisulanya mulai memotong satu demi satu tentakel atau kaki-kaki dari Kraken, serta Atland melindungi Greg dari setiap gerakan Kraken.
      Kraken berhasil di hentikan, Gregori memotong setiap tentakel Kraken, sehingga monster itu tidak stabil, sesaat Kraken terlihat goyah dan akan terjatuh, Gregoripun mempersiapkan diri untuk menusukkan tombak trisulanya tepat di kepala sang monster. Atland menarik kedua tangan Kraken untuk berusaha membuat monster itu benar-benar terjatuh. Gregori berlari dan melompat tinggi dari tubuh Kraken dan mengarahkan tombaknya tepat di kepala sang monster. Sesaat sebelum serangan Gregori berhasil, tiba-tiba saja Kraken mengeluarkan semburan energi kegelapan dari mulutnya, Gregori langsung terlempar karena serangan itu.
Atland dengan arus airnya langsung menangkap tubuh Gregori. Gregori berkata"A... A.. Atland.. Hantam monster itu.. Tebas kepalanya dan kita akan meraih kemenangan, gunakanlah tombak trisulaku ini, aku percaya kau adalah harapan Zelfreays Atland" dengan tubuh yang terluka parah Gregori menyerahkan tombak trisulanya ke tangan Atland.